Friday, October 4, 2013
Lingkungan dan teknologinya
Lingkungan adalah segala sesuatu
yang ada di sekitar tempat hidup atau tempat tinggal kita. Namun adakalanya
istilah “lingkungan” itu diucapkan atau ditulis dalam bentuk lengkap sebagai
“lingkungan hidup”. Lingkungan hidup adalah suatu kesatuan hidup antara kondisi
fisik yang mencakup SDA yang mendukung pemenuhan kebutuhan hidup.
2.2 Pencemaran Lingkungan
1. Pengertian Pencemaran Lingkungan
Pencemaran lingkungan adalah
masuknya atau dimasukkannya makluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke
dalam lingkungan atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia
sehingga melampaui kualitas lingkungan turun sampai ke tingkat tertentu yang
menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan
peruntukannya (Peraturan Mentri Negara Lingkungan Hidup No.10 Tahun 2010
pasal).
Pencemaran dapat disebabkan oleh
berbagai hal, terutama disebabkan laju pertumbuhan penduduk yang pesat; sifat
manusia yang bersaing untuk memperoleh kebutuhannya kadang-kadang tidak lagi
memperhatikan keseimbangan alam, sehingga makin mempercepat lingkungan hidup
dikotori dan terjadilah populasi.
Kemajuan industri dan teknologi
dimanfaatkan oleh manusia untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Sudah terbukti
bahwa industri dan teknologi yang maju identik dengan tingkat kehidupan yang
lebih baik. Jadi kemajuan industri dan teknologi berdampak positif terhadap
lingkungan hidup karena meningkatkan kualitas hidup manusia. Namun di sisi lain
manusia juga ketakutan akan adanya pencemaran lingkungan yang ditimbulkan oleh
kemajuan industri dan teknologi tersebut.
2. Macam- Macam Pencemaran
Lingkungan
Secara umum, pencemaran-pencemaran
itu dapat berupa :
1. Pencemaran
Tanah
Pencemaran tanah disebabkan
berbagai hal, seperti sampah-sampah plastik, kaleng-kaleng, rongsokan kendaraan
yang sudah tua. Plastik dan semacamnya tidak dapat hanvur oleh proses pelapukan
dan besi-besi tua menimbulkan karat, sehingga tanah menjadi kering dan keras,
menyebabkan tanah tidak bisa ditumbuhi tanaman.
2. Pencemaran
Udara
Pencemaran udara disebabkan oleh
banyaknya gas yang berbahaya yang memenuhi udara, seperti gas karbon monoksinda
dan partikel-partikel halus dari timah hitam yang keluar dari pabrik-pabrik dan
kendaraan bermotor.
3. Pencemaran
Air
Pencemaran air dapat terjadi karena
penggunaan zat-zat kimia yang berlebihan, seperti enggunaan DDT, endrin yang
melebihi dosis yang telah ditentukan dan juga pembuangan limbah pabrik dan
sampah ke perairan.
4. Pencemaran
Udara
Suara juga bisa tercemar, karena
diakibatkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pencemaran suara
terutama dirasakan di kota-kota besar. Suara yang terlalu bising menggangu
ketenangan, dapat menimbulkan gangguan jasmaniah dan rohaniah.
2.3 Contoh-Contoh Teknologi Tidak
Ramah Lingkungan
Kemajuan industri dan teknologi
berdampak positif terhadap lingkungan hidup karena meningkatkan kualitas hidup
manusia. Namun tidak semua teknologi yang digunakan itu ramah lingkungan.
Contoh-contoh teknologi yang tidak
ramah lingkungan,diantaranya :
1. Kendaraan-kendaraan
bermotor yang menghasilkan gas karbon yang dapat menggangu kestabilan udara.
2. Mesin-mesin
pabrik yang menghasilkan gas berbahaya hasil pembakaran.
3. Teknologi
injeksi bahan kimia dan air (hidraulic fracturing) yang berasal dari Amerika
serikat dapat menimbulkan pencemaran air dalam tanah di akuifer setempat.
4. Pembakaran
(perapian, kompor, furnace, insinerator dengan berbagai jenis bahan bakar)
5. Pembangkit
listrik
6. AC
(Air Conditioner)
7. Lemari
pendingin di beberapa negara berkembang masih menggunakanklorofluorokarbon (CFC) sebagai media pendingin yang selain mampu menahan
panas atmosfer juga mengurangi lapisan ozon (lapisan yang melindungi Bumi dari radiasi ultraviolet).
Pemakaian teknologi yang tidak
ramah lingkungan secara terus menerus dapat berdampak pada kondisi lingkungan.
Jika hal demikian tidak diatasi serta ditanggulangi maka akan terjadi perubahan
dari segi struktur dan fungsi lingkungan yang mengarah ke arah
negatif/mengalami kerusakan.
2.1 Teknologi Ramah
Lingkungan Sebagai Upaya Pemeliharaan Lingkungan
Dalam modernisasi seperti ini,
tentu kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang. Kita sebagai
manusia-manusia abad 20 selalu erat kaitannya dengan ilmu pengetahuan dan
teknologi yang canggih. Keberadaan ilmu pengetahuan serta teknologi ini sangat
memudahkan kelangsungan hidup. Namun seiring dengan adanya dampak positif nya,
kemajuan teknologi juga memiliki dampak negatifnya. Oleh karena itu, manusia
terus mencari alternatif pemecahan masalah, salah satunya adalah teknologi
ramah lingkungan.
Teknologi ramah lingkungan
(Eco-Friendly-Technology) merupakan salah satu bentuk upaya pemeliharaan
lingkungan dari masalah pencemaran lingkungan. Dalam hal ini, teknologi ramah
lingkungan hanya dapat bersifat mengurangi pencemaran-pencemaran yang sudah ada
dan mencegah pencemaran-pencemaran yang akan terjadi di masa mendatang.
Penggunaan teknologi ramah lingkungan sebagai upaya pemeliharaan lingkungan
diharapkan mampu menjadi solusi terbaik dalam pemecahan masalah lingkungan.
Teknologi ramah lingkungan muncul
karena pada saat ini kesadaran dan kepedulian manusia terhadap keberadaan
lingkungan dalam bumi sudah mulai meningkat. Dahulu, dalam penggunaan teknologi
manusia seringkali lebih mengutamakan nilai ekonomi. Teknologi yang memiliki
harga murah selalu menjadi pilihan, walaupun teknologi itu jauh dari kata ramah
lingkungan.
Secara umum, teknologi ramah
lingkungan adalah teknologi yang hemat sumber daya lingkungan (meliputi bahan
baku material, energi dan ruang), dan karena itu juga sedikit mengeluarkan
limbah (baik padat, cair, gas, kebisingan maupun radiasi) dan rendah resiko
menimbulkan bencana. Teknologi ramah lingkungan dinilai dapat meningkatkan
penghematan energi (sumber daya alam) dan mengurangi pencemaran
lingkungan.
Teknologi ramah lingkungan umumnya
menggunakan cara pemanfaatan sumber energi yang dapat diperbarui (seperti sinar
matahari, angin, air, dan sejenisnya) serta mengubahnya menjadi
energi lain yang sedikit atau bahkan tidak menghasilkan limbah dan
polusi.
2.2 Macam-Macam dan
Contoh- Contoh Produk Teknologi Ramah Lingkungan
Macam-macam teknologi ramah lingkungan,
meliputi :
1. Biogas,
adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan - bahan organik oleh
mikroorganisme pada kondisi langka oksigen (anaerob). Biogas dapat dibakar
seperti elpiji, dalam skala besar biogas dapat digunakan sebagai energi
pembangkit listrik. Sumber energi biogas yang utama yaitu kotoran
ternak,kotoran manusia,limbah domestik maupun limbah organik.
2. Biofuel,
adalah setiap bahan bakar baik berupa bentuk padat,cairan atau pun
gas yang dihasilkan dari bahan-bahan organik. Biofuel dapat dihasilkan
secara langsung dari tanaman atau secara tidak langsung dari
limbah industri, komersial, domestik atau pertanian.
Penggunaan teknologi ramah
lingkungan dapat kita mulai dari hal-hal yang kecil, misalnya :
1. Menggunakan
listrik seperlunya saja serta mengontrol pemakaian air.
2. Menggunakan
mesin pendingin dan mesin pengawet makanan yang tidak menggunakan CFC.
3. Mengganti
penggunaan barang-barang rumah tangga menjadi lebih sederhana, seperti
mengganti vacum cleaner dengan sapu lidi, mengganti blender dengan ulekan dsb.
4. Menggunakan
pestisida organik dan kerbau pembajak sawah untuk menggantikan tracktor.
5. Mengoptimalkan
program dari pemerintah yaitu free car day, dalam hal ini membiasakan berjalan
kaki ataupun bersepeda sebagai ganti dari penggunaan kendaraan bermotor.
Selain itu, dibawah ini adalah
contoh-contoh teknologi ramah lingkungan yang sudah terbilang canggih.
Diantaranya :
1. Teknologi
kompor tenaga surya, yaitu sebuah kompor yang dirancang dengan energi matahari
sebagai sumber utamanya, sebagai sumber energi untuk memasak sehari-hari disaat
harga minyak tanah, gas dan kayu yang terus naik.
Gambar. Kompor tenaga surya
2. Green
Network. Sebuah teknologi IT yang saat ini dikembangkan untuk memenuhi kaidah
ramah lingkungan. Jaringan ini dikembangkan agar dapat memenuhi kriteria
penggunan sumber daya yang seminimal mungkin (low power consumption, low
resources dan low cost) namun tetap memiliki kinerja yang dan utilisasi yang
optimal untuk memenuhi kebutuhan dari user.
3. Teknologi
hibrida.Teknologi hibrida membantu mengurangi konsumsi bahan bakar, dan
sekaligus menjadikan perusahaan pembuat mobil dapat memenuhi ambang batas emisi
karbon-dioksida (Co2) yang dipersyaratkan.
Gambar. Produk
mobil ramah lingkungan dengan teknologi hibrida.
4. Sebuah
AC Ionizer MIDEA dilengkapi teknologi pintar dalam hal hemat energi, 1 Watt
Standby. Teknologi On–Off pintar MIDEA memungkinkan AC MIDEA otomatis beralih
pada energy- saving mode dalam kondisi standby hingga memangkas konsumsi energi
pada umumnya 4 – 5Watt menjadi 1 Watt. Hemat energi 80% tiap harinya dengan AC
MIDEA yang bersertifikasi Environmentalism resmi dari Honeywell dan European
RoHS.5
5. Sumur resapan
komunal Tjandramukti. Sumur- sumur dari bambu yang ditanam secara komunal ini
adalah rekayasa dari Tjandramukti, peneliti dari Purwodadi (Jawa Tengah).
Sumur- sumur ini ditempatkan dalam jumlah yang cukup saling berdekatan/
berkelompok di lahan pertanian (tadah hujan). Gunanya agar air hujan (hujan
awal) tidak mengalir ke selokan- selokan, tapi mengalir terlebih dahulu masuk
ke sumur, dan meresap ke sekeliling sumur, menekan jebakan udara di permukaan
tanah kering yang menyebabkan air hujan sulit masuk ke dalam tanah. Setelah
jebakan udara hilang, air hujan selanjutnya akan leluasa meresap ke dalam
tanah, tertampung menjadi air tanah hingga musim kemarau dan mencegah banjir
bandang yang justru sering terjadi di awal musim hujan.
Gambar. Sumur resapan komunal
Tjandramukti
6. Plastik
tapioka ramah lingkungan. Ecoplas atau biobag merupakan tas
ramah lingkungan yang terbuat dari kombinasi tepung singkong (tapioka) dan
polimer sintetik. Kandungan tepung singkong yang ada dalam ecoplas mendorong
mikroorganisme tanah untuk mengurai sampah plastik tersebut sampai hancur,
sehingga tidak menimbulkan pencemaran bagi tanah, air, laut, maupun udara
seperti halnya yang disebabkan oleh kantong plastik biasanya.
Gambar. Plastik tapioka ramah
lingkungan
7. Mobil
bertenaga surya yang diciptakan oleh pelajar Smk Muhammadiyah Malang. Mobil ini
menggunakan tenaga surya sebagai pengganti BBM.
2.3 Penggunaan
Teknologi Ramah Lingkungan di Indonesia
Diperlukan
adanya sosialisasi untuk mengajak masyarakat sekarang, masyarakat yang
sudah terbiasa hidup praktis dengan gaya hidup yang dipenuhi hal-hal yang
canggih. Dengan segenap upaya, masyarakat harus disadarkan bahwa sudah saat nya
kita lebih peduli terhadap lingkungan.
Penggunaan teknologi ramah
lingkungan di Indonesia masih dalam proses perkembangan. Masyarakat sudah mulai
mengenal teknologi ramah lingkungan namun penggunaannya masih belum efektif dan
efisien. Hal demikian dipengaruhi oleh berbagai hal, diantaranya adalah
kurangnya keberadaan teknologi ramah lingkungan yang disebabkan masih
sedikitnya perusahan-perusahaan yang memproduksi barang-barang teknologi ramah
lingkungan. Selain itu juga faktor ekonomi pada masyarakat Indonesia,
masyarakat cenderung lebih memilih produk yang murah dan mudah dijangkau.
2.4 Kelebihan dan
Kekurangan Teknologi Ramah Lingkungan
Pada dasarnya, teknologi ramah
lingkungan buatan manusia walaupun sudah terbilang canggih namun tentu masih
jauh dari kata sempurna. Dampak dari penggunaan teknologi ramah lingkungan pun
akan terasa nanti pada masa mendatang. Teknologi ramah lingkungan memiliki
kelebihan dan kekurangan.
Keuntungan teknologi ramah
lingkungan, diantaranya :
1. Menghemat
sumber energi dan mengefesiensikan tenaga,baik tenaga manusia, alam, maupun
mesin.
2. Menghindarkan
manusia dari bahaya polusi,penyebaran penyakit,keracunan dan berbagai macam
resiko penyakit yang ditimbulkan.
3. Menekan
biaya pembuatan dan menggunakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
4. Mengurangi
jumlah sampah anorganik yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme.
Kekurangan teknologi ramah
lingkungan diantaranya keberadaannya dan nilai komsumtif pada masyarakat yang
masih rendah.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment